Contoh Recount Text Singkat Tentang Pengalaman Pribadi Beserta Artinya

Text Recount – Selamat datang di website kami. Pada saat belajar bahasa Inggris, biasanya identik dengan membaca dan memahami sebuah text berbahasa Inggris. Ada banyak sekali jenis-jenis text dalam bahasa Inggris seperti narrative text, report text, spoof text, recount text dan masih banyak lagi. Namun pada pembahasan kali ini kami hanya akan mengulas tentang recount text.

Berikut ini kami telah menyiapkan beberapa penjelasan yang membahas tentang recount text. Kami disini juga menyiapkan beberapa contoh recount text pendek atau singkat untuk anda. Nah, langsung saja simak pembahasan recount pendek yang telah kami tuliskan di bawah, semoga kemampuan bahasa Inggris Anda semakin bertambah.

Pengertian Recount Text

Bagi anda yang masih belum tahu atau belum pernah mendengar tentang recount text pasti anda akan sangat bingung. Apa sih recount text itu?

Recount Text merupakan sebuah teks bacaan yang berisi mengenai cerita atau runtutan sebuah peristiwa atau pengalaman yang telah terjadi di masa lampau. Atau dengan kata lain, recount text juga dapat dikatakan sebagai teks cerita tetapi recount text diambil dari pengalaman yang telah terjadi di masa lampau dan sebelumnya sudah pernah dialami.

Disamping itu, Recount Text juga dapat diartikan sebagai kegiatan untuk “mengingat kembali” suatu peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau melalui sebuah text.

Karakteristik atau Ciri-ciri Recount Text

Recount text memiliki beberapa ciri khusus yang dapat membedakannya dengan jenis teks pada umumnya, yaitu :

  • Memiliki judul yang dapat merangkum teks
  • Karena menceritakan sebuah peristiwa atau pengalaman yang terjadi di masa lampau, maka recount text akan selalu menggunakan past tense. Seperti misalnya : Last month, I spent my holiday ini Bali island with my friends.
  • Menggunakan adverb dan adverbal untuk dapat menjelaskan waktu, tempat dan juga cara. Seperti misalnya : Last month, in Malang, lately, dll.
  • Menggunakan action verbs. Seperti misalnya visited, ate, spent, went, brought, took, dll.
  • Karena sifatnya bercerita secara berurutan, maka recount text sering menggunakan kata sambung yang dapat menghubungkan peristiwa-peristiwa dalam waktu seperti as, next, later, when, after, before, first, after that.
  • Karena sifatnya menceritakan suatu peristiwa, maka sering menggunakan verb (kata kerja), dan kata keterangan (yang menggambarkan secara detail bagaimana verb atau kata kerja dilakukan.

Jenis-jenis Recount Text

Secara umum recount text dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yang didasarkan pada tujuan dibentuknya sebuah recount text. Tujuan recount tex adalah untuk dapat menyampaikan atau memberikan informasi atau menceritakan tentang suatu peristiwa yang telah terjadi di masa lampau.

Ada 3 jenis recount text yang mempunyai tujuan berbeda, diataranya :

Personal Recount Text

Personal recount text merupakan sebuah recount text yang bertujuan untuk dapat menceritakan kembali pengalaman para penulis secara pribadi atau memberikan informasi tentang pengalaman penulis di masa lampau.

Factual Recount Text

Factual recount text bertujuan untuk dapat menjelaskan atau menceritakan suatu kejadian yang terjadi secara faktual atau nyata. Contoh dari factual recount text adalah seperti kejadian ilmu dalam ilmu pengetahuan.

Imaginative Recount Text

Imaginative Recount Text merupakan salah satu jenis recount text yang mempunyai tujuan imajinatif, atau dengan kata lain penulis akan menceritakan peristiwa atau pengalamannya yang terjadi di masa lalu secara imajinasi.

Language Feature Pada Recount Text

Adapun language feature of recount text adalah sebagai berikut :

  • Memperkenalkan personal participant yaitu I, my group, etc
  • Memakai chronological connection yaitu then, first, etc
  • Memakai linking verb yaitu was, were, saw, heard, etc
  • Memakai action verb yaitu look, go, change, etc
  • Menggunakan simple past tense

Sosial Function

Untuk dapat menceritakan kembali suatu peristiwa dengan tujuan untuk memberikan informasi atau hanya sekedar menghibur para pembaca. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan ketika ingin membuat sebuah recount text :

  1. Lebih fokus pada seorang individu dan harus menggunakan subject “I” atau “we”
  2. Menggunakan kata yang dapat menjelaskan waktu kapan misalnya “after lunch” dan kata yang dapat menjelaskan dimana peristiwa tersebut bisa terjadi seperti misalnya “in the garden”
  3. Anda harus tulis menggunakan kata lampau atau simple past tense seperti menggunakan kata had, visited
  4. Menggunakan action word seperti helped dan crutched

Struktur Umum Recount Text

Pada pembahasan berikutnya kami akan menjelaskan apa itu struktur penyusunan suatu recount text. Secara teori, strukur recount text adalah sebagai berikut  :

  1. Orientatition atau pengenalan. Apa yang dimaksud pengenalan teks? Pada paragraf awal setiap tulisan sederhana umumnya akan berisi informasi umum yang merujuk pada isi keseluruhan teks. Informasi ini umumnya meliputi siapa, dimana, dan kapan.
  2. Event atau peristiwa. Apa saja yang telah terjadi terhadap pelaku dalam teks tersebut.
  3. Reorientation atau pengenalan kembali. Bagian ini berisi informasi secara menyeluruh yang ditulis dengan ringkas, padat, dan jelas.

Recount text atau teks recount ini biasa kita jumpai dalam tulisan biografi, diary, pengalaman liburan, pengalaman kerja, autobiografi, dan masih banyak lagi lainnya.

Contoh Recount Text Singkat Tentang Pengalaman Pribadi

Berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh recount text singkat tentang pengalaman pribadi. Contoh text berikut ini akan menceritakan pengalaman pribadi si penulis yang terjadi di masa lampau.

A Trip to the Zoo

Yesterday my family went to the zoo to see the elephant and other animal. When we got to the zoo, we went to the shop to buy some food to give to the animals.

After getting the food we went to the nocturnal house where we saw birds and reptiles which only come out at night.

Before lunch we went for a ride on the elephant. It was a thrill to ride it. Dad nearly fell off when he let go of the rope. During lunch we fed some birds in the park. In the afternoon we saw the animals being fed.

When we returned home we were tired but happy because we had so much fun.

Perjalanan ke Kebun Binatang

Kemarin keluargaku pergi ke kebun binatang untuk melihat gajah dan hewan lainnya. Ketika sampai di kebun binatang, kami pergi ke toko untuk membeli makanan yang akan aku berikan langsung kepada hewan.

Setelah mendapatkan makanannya, kami pergi ke rumah nokturnal dimana kami dapat melihat burung dan reptil yang hanya keluar pada malam hari.

Sebelum makan siang, kami pergi untuk mengendarai gajah. Sungguh mengasyikkan dapat mengendarainya. Ayah hampir terjatuh saat melepaskan tali pegangan yang diberikan. Saat makan siang, kami memberi makan beberapa burung di taman. Sore harinya, kami melihat hewan-hewan itu diberi makan oleh petugas.

Ketika kami kembali ke rumah, kami lelah tapi bahagia karena kami bersenang-senang.

Fishing at The River

When I was in Junior High School, my father once took me to go fishing with him at the river on Sunday morning. The river lies across our oil palm plantation. We had breakfast first at home and then left early in the morning by motorcycle.

When we arrived in our plantation, my father parked the motorcycle under the hut. He asked me to collect some dry wood and dry grass or leaves. When I already collected enough wood and dry leaves, my father set a fire in the center of the fireplace. He said that the smoke from the fire would scare some dangerous animal like bear and boar to come closer to the hut and so it would make us safer.

After cleaning some wild grass around the hut, my father gave me a hoe and asked me to dig some soil to find worms. When I already had enough worm, I brought it to my father and we went straight to the river. We put the worm on the fishing hook as a bait to catch the fish. As a beginner fisher, I cannot apply the worm on the fishing hook well, and it look like it was about to fall of the hook, but my father said that it was okay. I threw the fishing hook into the river and wait for the fish to eat the bait, but nothing happened after a while. When I was about to get bored I saw a big prawn was slowly walking in the water. I placed the fishing hook slowly into the face of the prawn and move it up and down so the worm seemed alive. I never expected it to happen but suddenly the prawn moves its hand and grabbed the worm on my fishing hook. I lift it very slowly and the prawn was still there hanging tight on the worm until I placed it on the ground and I caught it right away with my hands. My father was so surprise to see it. Before we went home, we cooked it at the hut and enjoyed it together.

Memancing di Sungai

Ketika saya masih di tingkat SMP, ayah saya pernah sekali mengajak saya pergi memancing bersamanya di sungai pada hari minggu pagi. Sungai itu terbentang membelah kebun kelapa sawit milik kami. Kami sarapan dulu di rumah dan kemudian berangkat sangat pagi dengan menggunakan sepeda motor.

Saat kami sampai di kebun kami, ayah saya memarkir motor itu di bawah pondok. Dia memintaku untuk mengumpulkan beberapa kayu kering dan rumput atau daun kering. Ketika saya sudah mengumpulkan kayu dan daun kering yang cukup, ayah saya menyalakan api ditengah tungku. Dia bilang bahwa asap dari api tersebut akan menakuti beberapa hewan berbahaya seperti beruang dan babi hutan untuk mendekat ke pondok sehingga hal itu akan membuat kami lebih aman.

Setelah membersihkan beberapa rumput liar disekitar pondok, ayah saya memberi saya sebuah cangkul dan meminta saya untuk menggali tanah untuk mencari cacing. Saat saya sudah memiliki jumlah cacing yang cukup, saya membawanya ke ayah saya dan kami langsung pergi ke sungai. Kami memasang cacing di kail sebagai umpan untuk menangkap ikan. Sebagai pemancing pemula, saya tidak bisa memasang cacing pada kail dengan benar, dan terlihat seakan akan itu hampir jatuh dari kail, tapi ayah saya bilang itu tidak apa apa. Saya melempar kail kedalam sungai dan menunggu ikan memakan umpan itu, tapi tidak ada yang terjadi setelah beberapa saat. Ketika saya hampir merasa bosan saya melihat seekor udang besar sedang berjalan pelan pelan di dalam air. Saya menempatkan kail perlahan lahan kedepan wajah udang itu dan menggerakkan nya keatas dan kebawah sehingga cacing nya terlihat hidup. Saya tidak pernah menduga itu akan terjadi tapi tiba tiba udang itu menggerakkan tangannya dan menggenggam cacing yang ada di kail saya. Saya angkat kail itu secara perlahan dan udang itu masih berada disana bergantungan erat pada cacing itu hingga saya meletakkannya di atas tanah dan menangkapnya segera dengan kedua tangan saya. Ayah saya sangat terkejut melihat itu. Sebelum kami pulang ke rumah, kami memasak udang itu di pondok dan menyantapnya bersama.

Holiday to The Beach in Pacitan

The last holiday, I went to the city of Pacitan with some of my friends.

We would stay some night at the unknown beach because we would like to try the experience of being into the wild. We had prepared everything.

We went there by motorcycle. That vehicle was easier for us to pass any kind of road to go to some of the unknown beach along the south side of Pacitan city.

We rode slowly and sometimes stopped for several minutes to enjoy the landscape.

Finally, we arrived at Pacitan. We continued to go to the south just to find any beach.

What we wanted to find was a beach with no tourist there and we found it. It was a beautiful beach with nobody else except us.

We built our tents and prepared small branch for making small fire because we need it to cook.

I loved this beach because I got not only a beautiful place but also a great beach for fishing. I did fishing and got a lot of fishes. We roasted those fishes at the fire we’ve made.

We stayed at that beach for two nights. We had to get back home because we ran out of food. We loved that journey and we would back at the beach next holiday.

Liburan Ke Pantai di Pacitan

Pada liburan yang lalu, aku pergi ke kota Pacitan bersama dengan teman-temanku.

Kami akan tinggal selama beberapa malam pada sebuah pantai yang masih liar karena kami ingin mendapatkan pengalaman berada di alam liar. Kami telah menyiapkan segalanya.

Kami pergi ke sana dengan menggunakan motor. Kendaraan tersebut memudahkan kami untuk melewati berbagai jenis jalan untuk menuju pantai liar di sepanjang sisi selatan kota Pacitan.

Kami berkendara pelan sambil beberapa kali berhenti untuk menikmati pemandangan alam.

Akhirnya, kami sampai di Pacitan. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke arah selatan untuk menemukan pantai.

Yang kami inginkan adalah sebuah pantai yang sepi dan tak dikunjungi turis dan kami berhasil menemukannya. Pantai itu sangat indah dan sepi, tak ada pengunjung lain selain kami.

Kami membangun tenda dan menyiapkan ranting-ranting pohon untuk menyalakan api karena kami membutuhkannya untuk memasak.

Aku sangat menyukai pantai ini karena yang aku dapatkan tak hanya keindahan panoramanya tapi juga sebuah pantai keren untuk memancing. Aku memancing dan mendapatkan banyak ikan. Kami membakar ikan-ikan tersebut dengan api yang telah kami buat.

Kami tinggal di pantai tersebut selama dua malam. Kami harus kembali pulang karena persediaan makanan kami telah habis. Kami sangat menyukai petualangan itu dan kami akan kembali lagi pada liburan berikutnya.