Contoh Narrative Text Singkat, Jenis, dan Sistematika Penulisannya

Text Naratif – Narrative text merupakan suatu teks dalam bahasa Inggris yang termasuk ke dalam Reading skill.

Indonesia telah memberlakukan kurikulum yang mempelajari beberapa macam text yang ada seperti report text, narrative text, exposition text, dan recount text.

Umumnya narrative text ini ada di pelajaran sekolah yakni SMA. Tetapi kebanyakan dari narrative text ini ada di dalam soal-soal test ujian nasional, tes masuk perguruang tingi dan test  TOEFL.

Dengan begitu, sangat penting sekali bagi kita untuk mempelajari lebih detail tentang narrative text atau text narrative. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang contoh narrative text atau contoh teks narrative dalam bahasa Inggris.

Pengertian Narrative Text

Narrative Text merupakan sebuah teks yang menceritakan suatu rangkaian peristiwa secara kronologis yang saling berhubungan.  Umumnya cerita ini bersifat imajinatif atau hanya dalam bentuk cerita karangan si pembuat yang memiliki tujuan untuk menghibur para pembaca.

Tujuan Narrative Text

Seperti yang sudah kami jelaskan sebelumnya bahwa tujuan dari teks narrative adalah untuk menghibur para pembaca mengenai suatu kisah atau cerita.

Dalam bahasa Inggris : The Purpose of Narrativve Text is to amuse or to entertain the reader with a story.

Jenis-jenis Narrative Text

Berikut ini adalah beberapa jenis narrative text :

  • Personal experience (cerita dalam bentuk pengalaman pribadi)
  • Fairy stories (cerita yang memiliki sifat fantastik atau penuh dengan keajaiban)
  • Fables (cerita mengenai binatang yang umumnya digambarkan berprilaku seperti manusia)
  • Legends
  • Myth
  • Romance
  • Mysteries
  • Scienci fiction
  • Horor stories
  • Adventure stories
  • Historical narratives
  • Slice of life

Generic Structure Of Narrative Text

Generic structure narrative text merupakan beberapa tahapan yang umumnya digunakan dalam membuat suatu cerita atau narrative teks. Berikut ini adalah tahap-tahap dalam membuat suatu narrative text :

  • Orientation

Bagian orientation merupakan bagian untuk pengenalan. Yakni pengenalan cerita tentang apa (what is the story about), siapa (who is the participant of the story), dimana cerita tersebut terjadi (where is the place setting), dan kapan cerita tersebut terjadi (when is the time setting).

  • Complication

Bagian complication merupakan bagian yang menimbulkan permasalahan atau konflik yang terjadi di dalam suatu cerita teks naratif bahasa Inggris. Bagian ini juga merupakan bagian paling inti dari suatu cerita narrative teks.

Konflik yang terjadi di dalam cerita naratif teks ini dapat dibedakan menjadi :

  • Physical Conflict

Merupakan permasalahan yang timbul karena adannya suatu konflik secara kontak fisik atau segala sesuatu yang berkaitan dengan fisik.

  • Natural Conflict

Merupakan permasalah yang timbul karena pelaku dalam cerita berhadapan dengan kekuatan alam.

  • Sosial Conflict

Sosial conflict merupakan permasalah yang timbul karena semua pelaku di dalam cerita saling berhadapan dimana mereka bertemu  pada saat yang bersamaan tetapi mempunyai kepentingan yang berbeda.

  • Psychological Conflict

Psikologikal konflik merupakan permasalahan yang timbul ketika pelaku dalam cerita tersebut berhadapan dengan dirinya sendiri. Hal ini biasanya akan terjadi ketika adanya pertentangan antara nilai baik dan buruk, sifat sombong dan rendah hati, sifat rakus dan tenggang rasa.

  • Resolution

Bagian resolution  merupakan sebuah solusi atau penyelesaian dari konfilk atau permasalahan yang terdapat dalam cerita. Setiap permasalahan yang muncul dalam Narrative text harus mempunyai penyelesaiannya. Penyelesaian ini  bisa berupa akhir yang happy ending (menyenangkan) atau berakhir dengan sad endin (tragis atau menyedihkan)

  • Re-Orientation

Bagian re-orientation merupakan pernyataan untuk menutup suatu cerita dan bentuknya hanya opsional saja. Pernyataan yang akan disampaikan pada bagian ini berupa pelajaran moral, nasihat atau pelajaran berharga dari si penulis cerita itu sendiri.

Language Features

Language features dalam narrative text adalah sebagai berikut

  • Pola kalimat yang akan digunakan umumnya berupa Simple Past Tense
  • Permulaan kalimat umumnya diawali dengan kata keterangan waktu (Adverbs of Times) seperti long time ago, once, once upon a time.
  • Menggunakan kata penghubung waktu
  • Terkadang ada dialog langsung antar tokoh dalam cerita

Contoh Narrative Text Singkat dan Terjemahannya

Berikut ini kami akan bagikan contoh narrative text yang sangat menyentuh hati, dengan judul True Friends.

True Friends

Once upon a time, there were two close friends who were walking through the forest together. They knew that anything dangerous can happen any time in the forest. So they promised each other that they would always be together in any case of danger.

Suddenly, they saw a large bear getting closer toward them. One of them climbed a nearby tree at once. But unfortunately the other one did not know how to climb up the tree. So being led by his common sense, he lay down on the ground breathless and pretended to be a dead man.

The bear came near the one who was lying on the ground. It smelt in his ears, and slowly left the place because the bears do not want to touch the dead creatures. After that, the friend on the tree came down and asked his friend that was on the ground, “Friend, what did the bear whisper into your ears?” The other friend replied, “Just now the bear advised me not to believe a false friend”.

Moral of the Story – A true friend in need is a friend indeed.

Teman Sejati

Pada suatu hari di masa lalu, ada dua orang sahabat yang sedang berjalan melewati hutan bersama-sama. Mereka berdua tahu bahwa di hutan bisa saja terjadi sesuatu yang tidak diinginkan setiap saat.  Oleh karena itulah, dari awal mereka sudah saling berjanji untuk selalu bersama meskipun dalam keadaan yang berbahaya sekalipun.

Tiba-tiba mereka melihat ada seekor beruang besar yang mendekat ke arah mereka. Salah satu diantara mereka langsung memanjat pohon. Namun sayangnya teman yang satunya lagi tidak tahu bagaimana cara untuk memanjatpohon. Jadi  ia hanya terdorong oleh akal sehatnya, lalu ia berbaring di tanah, menahan napasnya dan berpura-pura menjadi orang yang sudah mati.

Kemudian sang beruang datang dan mendekati orang yang sedang berbaring di tanah tadi. Beruang tersebut lantas mencium-cium telinganya, dan secara perlahan meninggalkan tempat tersebut karena sang beruang tak mau menyentuh makhluk yang sudah mati. Lalu, temannya yang naik di pohon turun kebawah dan langsung bertanya kepada temannya yang sedang berbaring di tanah tersebut “Sahabat, apa yang telah beruang bisikkan ke telingamu?” si temannya itu menjawab “ Beruang tadi mengatakan kepada saya untuk tidak percaya terhadap teman palsu”

Pesan Moral: Seorang teman sejati yang kita butuhkan adalah teman yang sebenarnya.

Contoh narrative text selanjutnya adalah berkenaan dengan fable atau cerita hewan, berikut ini merupakan naratif teks yang berjudul Fox and A Cat atau Rumah dan Seekor Kucing.

Fox and A Cat

One day, a cat and a fox were having a conversation. The fox, who was a conceited creature, boasted how clever she was. “Why, I know at least a hundred tricks to get away from our mutual enemies, the dogs,” she said.

“I know only one trick to get away from dogs,” said the cat. “You should teach me some of yours!”.

“Well, maybe someday, when I have the time, I may teach you a few of the simpler ones”, replied the fox airily.

Just then they heard the barking of a pack of dogs in the distance. The barking grew louder and louder – the dogs were coming in their direction! At once the cat ran to the nearest tree and climbed into its branches, well out of reach of any dog. “This is the trick I told you about, the only one I know”, said the cat. “Which one of your hundred tricks are you going to use?”.

The fox sat silently under the tree, wondering which trick she should use. Before she could make up her mind, the dogs arrived. They fell upon the fox and tore her to pieces.

Moral of The Story: A single plan that works is better than a hundred doubtful plans.

Rubah dan Seekor Kucing

Pada suatu hari, seekor kucing dan rubah dengan mengobrol dengan asiknya. Rubah merupakan makhluk yang sangat sombong, membual tentang betapa pandainya dia. “Kenapa setidaknya aku tahu beberapa trik untuk menjauhi musuh kita bersama, anjing, kata Rubah

“Tetapi saya hanya tahu satu trik untuk menjauh dari anjing”, kata si kucing “Kamu harus mengajari aku beberapa trikmu!

“Baiklah, mungkin suatu saat nanti ketika aku sudah punya waktu luang, aku akan mengajarimu beberapa trik yang sederhana” Jawab si Rubah dengan santai.

Tiba-tiba mereka mendengar gonggongan sekawanan anjing dari kejauhan, gonggongan itu semakin keras, anjing pun semakin mendekat ke arah mereka. Si kucing langsung berlari ke pohon yang terdekat dan kemudian naik ke cabang-cabangnya, dan di luar jangkauan anjing. “Ini merupakan trik yang telah aku katakan tadi, satu-satunya trik yang aku tahu”. Kata si kucing. “Lalu mana salah satu dari seratus trikmu yang akan kamu gunakan?”.

Rubah pun hanya duduk terdiam, membayangkan trik apa yang bisa ia lakukan. Sebelum dia mengambil keputusan, kemudian anjing tiba dan langsung menyergap serta mencabik-cabiknya.

Pesan Moral: Satu rencana yang dilakukan akan jauh lebih baik dibandinkan seratus rencana yang masih diragukan.

Di bawah ini adalah contoh narrative text tentang binatang. Teks narrative ini berjudul The Lion and The Mouse atau dalam bahasa Indonesia artinya Singa dan Tikus.

The Lion and The Mouse

When he was awakened by a tiny Mouse running across his body, a mighty Lion was sleeping in his lair. The lion then grabbed the frightened mouse with his huge paws and opened his mouth to swallow him directly. “Please, King,” begged the Mouse, “Spare me this time and of course I will never forget your kindness. Someday I may be able to repay you. “The Lion thought that it was such an amusing idea that he let the poor creature go.

Sometimes later the Lion was caught in a net laid by some hunters. Despite his great strength, the Lion could not break free. Soon the forest echoed with angry load roars.

The Little Mouse heard the Lion and ran to see what was wrong. As soon as he succeeded to make the Lion free “There!” said the Mouse proudly, ” You laughed at me when I promised to repay your kindness, but now you know that even a tiny Mouse can help a mighty Lion.”

Moral of The Story:

  1. Little friends may prove to be great friends.
  2. Friend in need is friend indeed.

Singa dan Tikus

Pada saat ia terbangun oleh tikus kecil yang berjalan di tubuhnya, singa perkasa itu sedang tertidur di sarangnya. Kemudian Singa itu menangkap tikus yang sedang ketakutan dengan cakar besar dan sekaligus membuka mulutnya untuk menelannya langsung. “Tolong, Raja”, kata tikus, “Bebaskan saya kali ini dan tentu saja saya tidak akan pernah melupakan kebaikan mu, suatu hari nanti aku mungkin bisa membayar kebaikanmu ini”. Singa pun berpikir bahwa itu adalah hal yang baik sehingga ia membiarkan makhluk lemah itu pergi dari cengkeramannya.

Beberapa waktu kemudian singa itu terperangkap dalam jaring yang diletakkan oleh beberapa pemburu. Meskipun memiliki kekuatan yang besar, singa tersebut tetap tidak bisa membebaskan dirinya. Kemudian hutan pun bergema dengan auman singa yang sedang marah tersebut.

Tikus kecil mendengar auman singa tersebut dan kemudian berlari untuk melihat apa yang sedang terjadi. Begitu si tikus kecil berhasil membuat singa bebas, “Itulah!” kata tikus dengan perasaan bangganya, “Engkau tertawa padaku saat aku berjanji untuk membalas kebaikanmu, tetapi sekarang engkau tahu bahwa meski hanya tikus kecil tapi bisa membantu singa yang perkasa untuk bebas dari perangkap”.

Pesan moral:

  1. Teman yang kecil atau lemah sekalipun bisa menjadi teman yang sangat luar biasa.
  2. Teman yang membutuhkan adalah arti dari teman yang sebenarnya.