Contoh Teks Eksplanasi Sosial Lengkap Dengan Ciri-Ciri dan Strukturnya

Text Eksplanasi Sosial – Ada banyak sekali jenis teks yang sering kita baca sehari-hari, salah satunya adalah teks eksplanasi. Beberapa buku bacaan seperti buku sekolah, biasanya merupakan sebuah teks eksplanasi yang kaya akan informasi.

Lalu, bagaimana cara membedakan teks eksplanasi dengan teks yang lainnya. Berikut ini kami akan menjelaskan mengenai pengertian, struktur, ciri, dan beberapa contoh teks eksplanasi.

Pengertian Teks Eksplanasi

Dalam ilmu bahasa Indonesia, teks eksplanasi merupakan sebuah teks yang memiliki fungsi untuk menjelaskan proses terjadinya sesuatu meliputi hubungan sebab dan akibat dengan proses berkelanjutan.

Teks eksplanasi umumnya mengulas tentang fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Teks eksplanasi disusun untuk menjelaskan secara detail mengenai fenomena yang nyata terjadi dan bersifat informatif. Jadi bisa disimpulkan bahwa teks eksplanasi ini jauh berbeda dengan berita. Isi teks eksplanasi ini bersifat fakta sehingga biasa digunakan dalam artikel, berita, ataupun essai.

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi terdiri dari tiga struktur umum yang berupa pernyataan umum, urutan sebab  akibat atau yang dikenal dengan deretan penjelas, dan penutup atau interpretasi. Berikut ini adalah uraian selengkapnya mengenai masing-masing struktur tersebut.

  • Pernyataan Umum

Pernyaatan umum biasanya berisi tentang topik atau permasalah yang dijelaskan secara umum dan hanya garis besar saja. Penjelasan mengenai topik ini meliputi pengertian, ciri-ciri, dan alasan suatu fenomena yang terjadi.

  • Urutan Sebab Akibat atau Deretan Penjelas

Pada bagian ini, topik akan dijelaskan secara detail dan mendalam dengan menggunakan prinsip sebab akibat. Misalnya saja tentang mengapa suatu fenomena terjadi, apa akibat yang terjadi, mengapa bisa terbentuk fenomena tersebut, bagaimanakan proses terbentuknya, dan sebagainya.Topik menjadi jauh lebih rinci dan sarat akan informasi pada bagian ini.

  • Penutup atau Interpretasi

Bagian yang terakhir adalah penutup tau interpretasi. Pada bagian ini pembahasan topik sudah mulai disimpulkan sehingga akan diperoleh intisari dari permasalahan atau fenomena yang sedang dibahas. Penulis biasanya akan memberikan beberapa saran bagi para pembaca pada bagian interpretasi ini.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki ciri-ciri khusus sehingga dapat dibedakan dengan jenis teks yang lainnya. Untuk bisa mengetahui apakah suatu teks yang anda baca merupakan teks eksplanasi atau bukan, berikut ini kami akan memaparkan beberapa ciri-ciri teks eksplanasi.

  • Jenis kata kerja yang dipakai dalam teks eksplanasi adalah kata kerja meterial dan relasional. Kata kerja material yaitu seperti “berubah” dan “mengalir” yang berguna untuk menunjukkan terjadinya sesuatu. Sementa kata kerja relasional yaitu seperti “Akibat” dan “kemudian” yang berguna untuk menunjukkan sebab akibat.
  • Teks ekplanasi umumnya berisi sebuah informasi atau pengetahuan yang bersifat fakta alias tidak dibuat-buat.
  • Teks eksplanasi adalah sebuah teks yang membahas hal-hal umum seperti misalnya tanah longsor, fenomena kemiskinan, kebudayaan suatu daerah, dan masih banyak lagi.
  • Teks eksplanasi jauh lebih banyak menggunakan bentuk kalimat pasif dengan konjungsi waktudan kausal seperti apabila, maka, jika, kedua, lalu , dan sebagainya.
  • Fenomena yang dibahas teks eksplanasi bersifat informatif dan tidak bertujuan untuk mempengaruhi para pembaca untuk mengikuti atau mempercayai sesuatu.

Setelah mengetahui tentang  pengertian, ciri-ciri, dan struktur teks eksplanasi, berikut ini kami akan memberikan beberapa contoh teks eksplanasi sosial yang mungkin bisa anda jadikan sebagai referensi.

Contoh Teks Eksplanasi Sosial Beserta Strukturnya

Contoh teks eksplanasi sosial ke 1 : Kemiskinan

Pernyataan Umum

Kemiskinan adalah tingkat pendapatan masyarakat yang sangat rendah sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari seperti makan, tempat tinggal, pendidikan, dan lain sebagainya. Pada umumnya masyarakat miskin biasa tinggal di gubuk, kolong jembatan, dan bahkan bantaran kali.

Tak jarang, banyak sekali masyarakat miskin yang membangun sendiri rumah yang berada di atas tanah miliki negara. Kemiskinan terjadi di seluruh belahan dunia dan banyak sekali negara berkembang yang memiliki masalah kemiskinan ini.

Urutan Sebab Akibat

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya kemiskinan, salah satunya adalah keterbatasan kelengkapan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Terjadinya musibah, bangkrut, perbudakan, dan struktur sosial juga menjadi faktor terjadinya kemiskinan.

Struktur sosial dan perilaku juga menjadi dominasi faktor masalah kemiskinan ini. Selain itu perilaku konsumtif, gengsi, pengeluaran uang yang tidak sebanding dengan pemasukan juga termasuk. Faktor struktur sosial lebih mengarah kepada masalah yang turun temurun (khususnya masalah pendidikan orang miskin).

Perilaku gengsi, sehingga masyarakat lebih mementingkan keinginan sesaat dibandingkan kebutuhan. Dibalik semua itu, banyak usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah untuk bisa mengatasi masalah kemiskinan. Contohnya adalah dengan menaikkan upah minimum kerja, memperluas lapangan pekerjaan, pendidikan secara gratis, tempat tinggal dengan harga ekonomis.

Akan tetapi, hal tersebut harus didukung dengan perilaku masyarakat yang tidak menghamburkan uang begitu saja, menghindari gengsi, rajin menabung, dan membantu orang di sekitarnya. Sehingga kerjasama antara masyarakat dan pemerintah sangat menentukan keberhasilan dalam mengatasi masalah kemiskinan.

Interpretasi

Semestinya di Indonesia tidak perlu ada kemiskinan. Apabila kita bisa dan mau menerima serta bersyukur terhadap apa yang kita miliki. Sifat-sifat buruk seperti yang sudah dijelaskan diatas harus kita hilangkan, dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangatlah penting dalam mengatasi kemisikinan di Indonesia.

Contoh teks eksplanasi sosial ke 2 : Pengangguran

Pernyataan Umum

Pengangguran merupakan fenomena sosial yang berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Sudah banyak sekali usaha yang dilakukan untuk bisa mengatasi matasi, namun sampai saat ini masih belum juga teratasi.

Pengangguran tidak hanya terjadi di Indonesia saja, melainkan hampir di seluruh negara. Sebagian orang berpendapat bahwa penggangguran merupakan keadaan dimana orang dewasa yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan dan tidak mempunyai pekerjaan secara formal dan tidak memperoleh penghasilan.

Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan definisi tentang pengangguran yakni orang-orang yang kurang bekerja dari 1 jam dalam setiap mingu.

Urutan Sebab Akibat

Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran adalah kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Selain itu perubahan struktural dalam perekonomian juga menjadi faktor penyebab pengangguran. Sehingga perubahan tersebut dapat menyebabkan timbulnya kebutuhan kepada tenaga kerja dengan tingkat keterampilan yang sangat beragam. Sehingga hal ini membuat para pencari kerja tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena tidak sesuai dengan tuntutan. Tak jarang, pengangguran juga dapat disebabkan karena pemutusan hubungan kerja yang begitu saja terhadap karyawan dan buruh.

Pengagguran pun bisa mengakibatkan berbagai masalah dalam ekonomi dan sosial. Sehingga apabila jumlah pengangguran sangat banyak, sudah pasti akan terjadi kekacauan sosial, jumlah gelandangan menjadi meningkt dan potensi kriminal juga semakin tinggi.

Interpretasi

Sehingga pengangguran menjadi masalah besar yang harus segera kita atasi. Salah satunya adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan pekerjaan saat ini. Selain itu juga harus memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja agar bisa mengurangi angka pengangguran.

Atau bisa juga dengan memberikan keterampilan untuk mereka, sehingga mereka dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Dan melakukan berbagai cara yang lainnya agar pengangguran bisa teratasi.

Leave a Comment