Contoh Anekdot, Pengertian, Ciri-ciri, Kaidah, Struktur Dan Contoh Teks Lengkap

Text Anekdot – Anekdot, biasanya berupa suatu pesan teks anekdot maupun cerita anekdot. Tetapi sudah tahukah anda, apa pengertian dari teks anekdot itu sendiri? Hampir sebagian orang pasti sudah tahu atau hanya sekedar terlintas saja dipikiran gambaran mengenai teks anekdot.

Namun masih belum diketahui secara pasti pengertian teks anekdot itu sendiri. Tetapi yang jelas, teks anekdot sangat berhubungan dengan sebuah kata lucu yang sekaligus menyindir.

Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang pengertian teks anekdot, struktur anekdot, kaidah teks anekdot, ciri-ciri teks anekdot dan beberapa contoh teks anekdot singkat sebagai bahan belajar supaya anda lebih cepat memahami tentang pengertian dari teks anekdot. Contoh teks anekdot yang kami berikan untuk anda ini juga menurut struktur yang ada agar anda bisa menciptakan teks anekdot yang lainnya. Nah, untuk lebih jelasnya mari kita simak pembahasan mengenai contoh teks anekdot berikut ini.

Pengertian Teks Anekdot

Teks anekdot adalah sebuah cerita singkat yang memiliki ciri khas lucu dan menarik di dalamnya. Akan tetapi, di dalam kesan lucu yang disampaikan teks ini mengandung sebuah sindiran atau bahkan kritikan.

Umumnya kritikan atau sindirian di dalam sebuah teks anekdot ini ditujukan untuk suatu lembaga atau pelayanan publik yang berhubungan dengan bidang sosial, politik, dan lingkungan.

Contoh teks anekdot sendiri biasa berupa sebuah cerita ataupun teks yang singkat tetapi tetap lucu dan sangat  menghibur. Dan banyak juga yang diambil dari pengalaman hidup seseorang.

Ciri-Ciri Teks Anekdot

Untuk bisa mengetahui apakah itu merupakan bagian dari sebuah teks anekdot ataukah tidak, ada beberapa ciri-ciri teks anekdot yang dapat digunakan. Beberapa ciri-ciri teks anekdot adalah sebagai berikut :

  1. Teks anekdot umumnya akan memperlihatkan karakter binatang atau figur manusia.
  2. Teks yang terkandung bersifat humoris atau lucu.
  3. Bentuk teks anekdot berupa sindiran atau kritikan.
  4. Lebih ditujukan kepada orang-orang penting yang berpengaruh di sebuah lembaga seperti penjabat.
  5. Meiliki hubungan dengan realitas yang tengah terjadi, meskipun anekdot tetapi jika dibandingkan dengan perumpaan tentunya mempunyai perbedaan.
  6. Tetapi lebih mirip dengan perumpamaan tentang dongeng.

Struktur Teks Anekdot

Sama halnya dengan penulisan jenis teks pada umumnya. Penulisan teks anekdot juga memiliki beberapa struktur agar bisa disebut dengan teks anekdot. Beberapa struktur yang menyusun teks anekdot terdiri dari tujuh bagian, diantaranya

  1. Abstraksi, merupakan bagian teks anekdot yang terdapat di awal paragraf. Bagian ini memiliki fungsi sebagai deskripsi atau penjelasan tentang isi dari teks anekdot.
  2. Orientasi, merupakan struktur dari teks anekdot yeng mengambarkan situasi atau kondisi yang sedang berlangsung pada awal cerita.
  3. Event, merupakan sebuah penjelasan atau keterangan mengenai susunanan yang terkandung pada sebuah cerita yang sedang berlangsung pada bagian teks anekdot itu sendiri.
  4. Krisis, merupakan sebuah inti atau hal utama yang disampaikan pada suatu teks anekdot.
  5. Reaksi, adalah solusi atau metode untuk dapat menyelesaikan masalah yang dimunculkan dari cerita yang terdapat pada bagian krisis di bagian teks anekdot tersebut.
  6. Koda, adalah bentuk perubahan yang telah terjadi pada para tokoh yang ada dalam cerita.
  7. Re-Orientasi, merupakan bagian akhir atau bagian penutup dari sebuah teks anekdot.

Dengan adanya beberapa struktur tersebut maka akan tercipta sebuah teks anekdot.

Kaidah Teks Anekdot

Selain strukur yang perlu dipenuhi dalam menyusun sebuah teks anekdot, kita juga harus menyertakan kaidah penulisan di dalamnya. Berikut ini adalah beberapa kaidah teks anekdot yang harus dipenuhi.

  1. Memakai kalimat perintah.
  2. Memakai kalimat seru.
  3. Terdapat konjungsi atau kata penghubung
  4. Memakai pernyataan yang rotoris.
  5. Memakai kata kerja.
  6. Memakai waktu yang lampau.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Tukang Roti Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah, kemudian teman ane si enggal memanggil dia. Tak lama, datanglah tukang roti itu mendekati kita yang sedang istrirahat santai di taman depan rumah.

Enggar : “Adanya Roti jenis apa saja bang ?”

Tukang Roti : “Bisa bermacam maca, dek.”

Enggar : “Terus bang, roti ini apa yah rasanya ?”

Tukang Roti : “Roti ini coklat dek rasanya.”

Enggar : “Kalo roti ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti : “roti rasa strawberry dek.”

Enggar : “kalo ini rasa apa bang ?”

Tukang Roti : “ini rasa nanas dek.”

Enggar : “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”

Tukang Roti : Hening

Dalam sekejab si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.

Struktur Bagian-Bagian dari Teks Anekdot berjudul Tukang Roti :

  • Abstraksi : Di suatu hari, datang tukang roti yang melalui depan rumah,
  • Orientasi : kemudian teman ane si enggal memanggil dia
  • Krisis : “Loh, terus mana rotinya bang ? sejak tadi mulu bicaranya buah-buahan terus ? memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ? Jika kaya begini ane gak jadi jadi beli bang”
  • Reaksi : *Hening*
  • Koda : Dalam sekejab si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak.