Contoh Teks Anekdot Lucu, Struktur, Kaidah, Ciri-Ciri, dan Cerita Anekdot

Contoh Text Anekdot – Dalam bahasa Indonesia, akan sering kita jumpai sebuah teks yang berbentuk cerita pendek yang lucu tetapi penuh dengan kritik dan sindirian. Teks inilah yang disebut dengan teks anekdot.

Pernahkah anda menjumpai kritikan dan sindirian yang lucu? Jika belum, dalam artikel ini kami akan memberikan beberapa contoh teks anekdot untuk anda.

Namun sebelum membahas tentang contoh teks anekdot lucu, ada beberapa hal mengenai teks anekdot yang harus anda ketahui.  Beberapa di antaranya adalah struktur teks, kaidah atau unsur kebahasaan, ciri-ciri dan tujuan dari teks anekdot. Nah, untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan selengkapnya dibawah ini.

Struktur Teks Anekdot

Sama seperti jenis teks pada umumnya, teks anekdot juga memiliki struktur. Teks anekdot mempunyai struktur pembangun yang membuatnya teridentifikasi sebagai anekdot. Berikut ini adalah struktur-struktur teks anekdot :

  • Abstraksi, bagian ini terdapat di awal paragraf. Abstraksi memiliki fungsi untuk mendiskripsikan keseluruhan isi teks anekdot dengan jelas.
  • Orientasi, bagian ini terdapat di permulaan kisah yang akan menggambarkan situasi dan kondisi yang terjadi.
  • Event, bagian ini berisi penjelasan atas tiap-tiap cerita pendek yang sedang berlangsung.
  • Krisis, dalam sebuah teks anekdot, krisis merupakan sorotan atau masalah utamanya.
  • Reaksi, bagian ini merupakan metode penyelesaian atau solusi dari krisis.
  • Koda, adalah perubahan suasana dari setiap kondisi dan tokoh secara umum
  • Reorientasi, merupakan bagian penutup teks anekdot.

Sebagai informasi tambahan, berikut ini adalah urutan cara menyusun sebuah teks anekdot. Pertama, yaitu memberikan judul. Apabila judul sudah diberikan di awal, maka tujuan dari tulisan anda akan menjadi fokus dan tidak melebar ke mana-mana.

Kedua adalah cari mencari bahan. Bahan yang dimasud disini adalah setting utama dalam sebuah cerita teks anekdot yang akan ditulis. Bahannya bisa diambil dari pengalaman pribadi yang lucu atau bahkan yang memalukan sekalipun.

Ketiga, menentukan topik. Contoh topik yang paling umum digunakan adalah tentang pendidikan dan politik, sebab dua aspek tersebut dipandang sarat akan cela sehingga menjadi sasaran kritik dan sindirian yang empuk. Selain itu, anda juga bsa mengambil topik yang sedang trending belakangan terakhir.

Keempat, menentukan pesan moral. Poin yang satu merupakan poin yang paling penting dalam teks anekdot. Tanpa adanya pesan moral, sebuah teks lucu bisa dikatakan bukan merupakan teks anekdot. Yang terakhir adalah menenukan unsur lucunya. Dalam standup comedy, unsur ini biasa disebut dengan istlah punch line.

Kaidah atau Unsur Kebahasaan Teks Anekdot

Beberapa kaidah atau unsur yang dipakai dalam sebuah teks anekdot adalah kata keterangan masa lampau, kata penghubung atau konjungsi, kalimat perintah atau seru, kalimat pertanyaan retorik, dan kata kerja.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Selain lucu dan berisi sindiri dan kritik, teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan jenis teks pada umumnya.

Ciri-ciri teks anekdot adalah menggunakan tokoh orang atau karakter binatang sehingga akan lebih terasa seperti dongeng.

Penggunaan tokoh atau karakter ini memiliki tujuan untuk menunjuk figur publk tertentu seperti para penjabat negara.

Ciri khas lain dari teks anekdot yaitu sangat berhubungan dengan realitas, tetapi berbeda dengan perumpamaan.

Tujuan Teks Anekdot

Seperti yang dijelaskan diatas, teks anekdot mengandung kelucuan, kritik, dan sindiran. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa tujuan teks anekdot adalah sebagai sarana sindiran dan kritik yang mengundang tawa dari para pembacanya.

Nah, setelah anda menyimak hal-hal yang berhubungan dengan teks anekdot, pembahasan berikutnya kami akan memberikan beberapa contoh teks anekdot lucu. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Contoh Teks Anekdot Lucu

Antara Pencuri Sandal dan Koruptor

Dalam suatu persidangan, seorang hakim telah memutus untuk menjatuhkan hukuman penjara selama 5 tahun terhadap Bayu, seorang pemuda yang berusia 23 tahun. Hukuman ini diberikan karena bagus terbukti bersalah mencuri sepasang sandal di masjid.

Bayu: “Lho, Pak Hakim, sepasang sandal itu harganya hanya Rp 30.000 saja, mengapa saya bisa dihukum sampai 5 tahun penjara? Sementara para koruptor hukumannya lebih ringan padahal uang rakyat yang telah mereka curi jauh lebih banyak!”

Hakim: “Anda telah merugikan satu orang senilai Rp 30.000. Sementara para koruptor merugikan 200 juta orang dengan korupsi sebanyak Rp 2 miliar. Jika kita hitung, kerugian yang didapatkan oleh tiap orang hanya Rp 10 saja.”

Bayu: “Lalu?”

Hakim: “Lalu apa lagi? Nilai tindakan anda lebih merugikan. Oleh karena itu, anda saya berikan hukuman yang lebih berat dari koruptor!”

Bayu: (Pingsan)

Negara yang Lucu

Dua orang sahabat lintas negara, mereka adalah Bagas dan Diego. Mereka sedang berbincang tentang kelucuan sebuah negara.

Bagas : “Swiss itu negara yang lucu.”

Diego: “Lho, kok bisa lucu?”

Bagas” “Iya karena ia punya kementerian urusan angkatan laut, padahal mereka tak punya wilayah laut!”

Sampai sini, kedua sahabat tersebut tergelak. Tetapi kemudian, Diego berhenti tertawa.

Diego: “Kalau begitu, negaramu jauh lebih lucu.”

Bagas: “Lho, mengapa?”

Diego: “Ya karena ia punya kementerian urusan keuangan, padahal kalian tak punya uang!”

Bagas: (Menutup muka karena sangat malu)

Tukang Roti,,,,,

Di suatu hari, seperti biasanya ada seorang tukang roti yang lewat depan rumah kemudian temanku si Enggar memanggilnya. Tak lama kemudian tukang roti tersebut datang untuk mendekati kita yang sedang bersantai di taman depan rumah.

Enggar : Variasi rotinya apa saja bang?

Tukang Roti : Ada beraneka macam, dek.

Enggar : Terus bang, roti yang ini rasa apa yah?

Tukang Roti : Roti yang rasa coklat, dek.

Enggar : Kalo roti yang ini rasa apa bang?

Tukang Roti : Roti ini rasa strawbery dek.

Enggar : Kalo yang ini rasa apa bang?

Tukang Roti : Ini rasa nanas dek.

Enggar : Loh, terus mana rotinya bang? Sejak tadi abang bicara buah-buahan mulu? Memangnya abang jualan apa sih, roti atau buah? Sekiranya kaya demikian saya gak jadi beli deh.

Tukang Roti : “Tenang”

Dalam sekejap si tukang roti tersebut tiba-tiba pingsan mendadak.

Kini anda sudah mengetahui dari beberapa contoh teks anekdot. Bisa anda lihat bahwa tak semua teks anekdot tersebut berupa kelakar saja, melainkan perlu mengandung kritik dan menyindiri topik atau subjek tertentu.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang contoh teks anekdot lucu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua dan beberapa contoh teks anekdot lucu diatas bisa anda jadikan sebagai referensi. Terima kasih sudah membaca